my name

Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

TUGAS ANDRAGOGI III

Minggu, 20 Februari 2011


PERANAN ALAT BANTU AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN ORANG DEWASA
Alat bantu audiovisual merupakan alat yang untuk digunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam memberikan pengetahuan, sikap dan ide. Posisi alat bantu audiovisual dalam pengajaran adalah sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi pelajaran atau konsep yang sulit dimengerti tanpa ilustrasi visual.
Efektifitas prinsip pendidian orang dewasa seperti yang disebut dalam prinsip pendidian orang dewasa tergantung pada pengertian yang jelas.Tulisan dan ucapan sangat bermanfaat dalam situasi belajar pada umumnya,tetapi ada beberapa konsep yang disampaikan sejelas atau selengkap jika menggunakan alat bantu audiovisual .Sebagai contoh penjelasan lisan tentang film “MY NAME IS KHAN”  yang belum pernah menonton  film “MY NAME IS KHAN”   tersebut tidak akan sejelas menggunakan filmnya secara langsung.Idealnya,tidak hanya tergantung pada alat bantu audiovisual atau ucapan saja,tetapi dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan keduanya sesuai dengan keinginan orang atu kelompok yang berkepentingan.
Menurut Morgan, et. al, Alat bantu audiovisual yang dipakai antara lain, yaitu :
  1. Papan tulis
  2. Chart, grafik, diagram dan peta
  3. Drama, wayang kulit
  4. Pameran
  5. Papan panel dan papan tempel
  6. Gambar, foto ( contoh objek dan model)
  7. Televisi, radio, video tape
  8. Tape recorder
  9. Poster, kartun, dan kliping
  10. Film, slide, filmstrip
Dalam pengajaran pada pendidikan orang dewasa, keefektifan pengajaran tergantung pada situasi belajar dan konsep-konsep pengajaran yang ingin disampaikan. Pengajaran yang ideal tidak hanya dilakukan dengan ucapan atau ceramah saja. Tetapi dengan mengkombinasikan audiovisual dengan ceramah, dan disesuaikan dengan keinginan dari individu atau kelompok belajar tersebut.
Manfaat alat bantu audiovisual sangat besar, terkhususnya ketika pemilihan jenis audiovisual yang dilakukan sangat tepat. Manfaatnya antara lain :
-          Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar.
-          Mendorong minat
-          Meningkatkan pengertian yang lebih baik.
-          Melengkapi sumber belajar yang lain.
-          Menambahkan variasi metode mengajar.
-          Menghemat waktu.
-          Meningkatkan keingintahuan intelektual.
-          Cenderung mengurangi ucapan dan pengulangan kata yang tidak perlu.
-          Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama.
-          Dapat memberikan konsep baru dari sesuatu di luar pengalaman yang biasa.
 Untuk mengurangi kesalahan persepsi terhadap alat bantu audiovisual, berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan yaitu alat bantu audiovisual adalah ...
-          Bukan suatu bentuk pendidikan tersendiri.
-          Bukan hanya gambar hidup saja.
-          Tujuan alat bantu audiovidual, sejauh dikaitkan dengan pendidikan, bukan untuk hiburan.
-          Bukan sesuatu yang baru.
-          Bukan sesuatu obat mujarab untuk seluruh hambatan dalam pengajaran.
Terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatiakan dalam penentuan penggunaan alat bantu audiovisual dalam pengajaran pendidikan orang dewasa, antara lain :
  1. Alat bantu apa yang sesuai dengan tugas yang akan diselesaikan.
  2. Alat bantu apa yang diketahui penggunaanya dengan baik oleh pengguna alat bantu tersebut.
  3. Alat bantu apa yang paling siap untuk dipergunakan.
  4. Alat bantu mana yang paling efektif memakan waktu dan yang paling sedikit menyebabkan kebingungan.
  5. Alat bantu mana yang paling murah costnya dan penggunaanya.
  6. Alat bantu yang memberikan perimbangan dan variasi yang paling baik.
  7. Alat bantu yang paling sesuai dengan minat dan pengertian pelajar.
  8. alat bantu yang efektif dalam menyajikan materi dengan akurat.
  9. Apakah terdapat petunjuk untuk menggunakan alat bantu.
  10. Tersediakan tempat dan fasilitas yang cocok untuk menggunakan alat bantu tersebut.
      Dengan adanya peranan dari alat bantu audiovisual dapat memberikan proses pembelajaran yang mudah dan praktis bagi orang dewasa.Dimana setiap alat bantu audiovisual yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam proses penyampainnya.Maka dari itu jelaslah bahwa alat bantu audiovisual sangat membantu orang dewasa dalam proses pembelajaran.
ILUSTRASI :
PENTINGNYA  KOMPUTER  SEBAGAI ALAT BANTU  PEMBELAJARAN
Bayangkanlah seorang mahasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut.Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata-kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini, permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.

       Setelah memperoleh bahan-bahan yang diperlukan, mahasiswa lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi tentang metoda penghitungan parameter tersebut.

       Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA  atau MAPLE , Solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan mahasiswa.

       Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter-parameter medan alirnya menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan dengan perhitungan teoritis.

       Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.

       Setelah melalui beberapa tahap di atas,mahasiswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan dan teknik peratarataan.

       Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia.

       Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.

       Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (Artificial Intelligence).

       "Peningkatan Cara Berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

       Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. mahasiswa yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
Referensi:
-           Suprijanto,H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari teori hingga aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara
-          B.W. Char, K.O. Geddes, G.H. Gonnet, M.B. Monagan, dan S.M. Watt, MAPLE: Reference Manual, 5th edition, Symbolic Computation Group, Department of Computer Science, University of Waterloo, 1988



0 komentar: