my name

Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

TUGAS INDIVIDU

Selasa, 09 Oktober 2012



TEORI BELAJAR SKINNER
PENGALAMAN BERDASARKAN TEORI SKINNER
            Pengalaman pribadi saya yang dibahas berdasarkan teori Skinner adalah ketika saya mendapatkan IP yang terendah saya sekaligus ada satu matakuliah yang tidak lulus. Selama di bangku perkuliahan yaitu di semster III, hal ini membuat IPK saya menjadi Turun. Pada saat itu ibu saya langsung memberikan wajah yang sangat kecewa dan sikap yang dingin kepada saya. Kemudian ibu saya melarang saya berjalan-jalan bersama teman-teman selama 2 minggu dan saya pun disuruh belajar dan beresin rumah. Sehingga membuat saya tidak bisa menikmati liburan semester saya.
Dengan demikian saya pun harus memperjuangkan nilai saya demi menghilangkan rasa kekecewaan ibu kepada saya, hingga akhirnya saya pun berusaha belajar sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai yang baik dan mendapatkan kembali senyum kebanggaan ibu saya. Dari proses pembelajaran tersebut mengingatkan saya bahwa tidaklah mudah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan sebelum melalui sebuah pengorbanan dan penguatan dari orang tua.

PEMBAHASAN BERDASARKAN TEORI SKINNER
Menurut Skinner, hampir semua perilaku manusia diidentifikasi jatuh ke dalam dua kategori yaitu perilaku responden dan perilaku operan. Perilaku responden adalah perilaku tanpa sengaja (refleks) dan hasil dari rangsangan lingkungan khusus. Sebagian besar perilaku kita adalah perilaku operan, yang tidak otomatis, dapatdiprediksi, atau terkait dalam setiap cara yang dikenal dengan mudah diidentifikasi olehrangsangan . Skinner percaya bahwa perilaku tertentu hanya terjadi, dan bahkan jika disebabkan oleh tertentu (tapi sulit untuk mengidentifikasi) rangsangan, rangsangan ini adalah tidak penting untuk mempelajari perilaku.
Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif dan pengutan negative. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Bentuk-bentuk penguatan positif dari pengalaman tersebut adalah berupa senyuman ibu saya ketika nilai saya Naik dan saya diberikan  saya berjalan-jalan bersama teman sebagai suatu penghargaan. Sedangkan Bentuk-bentuk penguatan negatif berupa rasa kekecewaan ibu saya atas nilai saya yang turun.
Persamaan dan perbedaan antara penguatan positif dan negative diilustrasikan pada table dibawah ini  :
STIMULUS DISKRIMINATIF
RESPON
KONSEKUENSI
TIPE KONSEKUENSI

PENGUATAN
Nilai turun
Saya belajar lebih giat lagi
Saya mendapatkan nilai yang baik
Perilaku saya “memproduksi stimulus baru”
positif
Perintah ibu kepada saya untuk belajar lebih giat lagi
Saya berusaha belajar bersungguh-sungguh
Teguran berhenti
Perilaku saya diikuti dengan penarikan stimulus   diskriminatif
negatif

Persamaan konsekuensinya memperkuat perilaku ( menaikkan frekuensi respon). Sedangkan perbedaannya adalah dalam hal cara memperkuat perilaku. Konsekuensi dalam penguatan positif  adalah tambahan stimulus baru ( nilai saya baik). Sebaliknya, konsekuensi dalam penguatan negarif adalah penghilangan atau penghindaran stimulus diskriminatif (nilai rendah)
Punishment dalam perspektif reinfoecement, perilaku mungkin di hukum dengan 2 cara yaitu :
1.       Penghilangan penguat positif yaitu pengalaman saya ketika saya mendapatkan nilai yang turun kemudian orang tua saya yang seharusnya memberikan senyuman pada saya akan tetapi memberikan ekspresi kekecewaan.
2.      Penambahan penguat negative pada situasi yaitu ketika ibu saya menunjukkan kekecewaan atas nilai saya kemudian diikuti dengan saya dilarang berjalan-jalan bersama teman selama 2 minggu.

0 komentar: